Ilustrasi yang saya bikin dibawah ini mungkin bisa sedikit menggambarkan kenapa kerja/hasil terjemahan harus dibayar mahal. kenapa mahal. kenapa tidak dibayar tiga ribu ato maksimal lima ribu perlembar terjamahan?.
liat dulu yang ini ya:

coba takterangkan sedikit2 yach:
ada 2 proses utama yang sangat challenging alias “menantang” bagi seorang penerjemah professional. pertama, mengkaji sebuah teks dari bahasa sumber: misalnya bahasa Arab, Inggris, perancis, spanyol etc. yang musti dilihat dari tiga aspek leksikal, gramatikal dan struktural. jadi tidak asal2an dalam membaca sebuah teks. diperlukan semacam penelitian yang mendalam terhadap teks itu sehingga begitu masuk proses yang kedua dalam alam pikiran dan perasan the translator ada 3 unsur penting: brainware, software dan hardware.
yang paling penting adalah brainware bukan transtool atau pake kamus 2.03 dua software yang saya sebut ini adalah sekadar alat bantu saja. yang penting adalah human editor. tanpa human editor yang capable saya kira proses yang terakhir yaitu target menghasilkan tulisan yang high Quality, trust-worthy ngga bakalan tercapai. makanya kalo nerjemah tuh dibayar mahal ngga masalah. ada teman yang nerjemah 4 lembar teks dari bahasa INggris ke bahasa INdonesia dibayar Rp. 100 ribu. jadi 25 ribu per lembar. ngga masalah to?
http://abudira.wordpress.com/2008/10/11/kenapa-hasil-terjemahan-harus-dibayar-mahal/