ENGLISH LEARNING CORNER

Never Give up Learning
 
IndeksIndeks  AbudiraAbudira  CalendarCalendar  GalleryGallery  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  PendaftaranPendaftaran  GroupGroup  Login  

Share | 
 

 Hukum dan Hikmah Zakat

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
minbar global indo
Anggota Aktif
Anggota Aktif


Jumlah posting : 32
Registration date : 13.03.14

PostSubyek: Hukum dan Hikmah Zakat   Tue Apr 08, 2014 11:31 pm

إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور أنفسنا و سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له و من يضلله فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده و رسوله. يأيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته و لا تموتن إلا و أنتم مسلمون. يأيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة و خلق منها زوجها و بث منهما رجالا كثيرا و نساء و اتقوا الله الذي تساءلون به و الأرحام إن الله كان عليكم رقيبا. يأيها الذين آمنوا اتقوا الله و قولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم و يغفر لكم ذنوبكم و من يطع الله و رسوله فقد فاز فوزا عظيما. ألا فإن أصدق الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي محمد صلى الله عليه و سلم و شر الأمور محدثاتها و كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة و كل ضلالة في النار. اللهم فصل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد.

قال الله تعالى : وَمَا أُمِرُواْ إِلاَّ لِيَعْبُدُواْ اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُواْ الصلاةَ وَيُؤْتُواْ الزكاةَ وَذَلِكَ دِينُ القَيّمَةِ

Jamaah kaum muslimin yang dimuliakan Allah...

Bertakwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa.Wahai hamba Allah, sesungguhnya diantara bentuk hikmah Allah Azza wa Jalla, adalah diciptakannya hamba berbeda bentuk rupa dan tingkatan rezeki. Sedangkan Rabb kita adalah Dzat Yang Mahabijaksana dan Maha Mengetahui. Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki hambanya. Dia adalah Dzat yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Allah berfirman,

{قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ}

“Katakanlah, ’Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."( Saba’: 36)

Sebagian manusia diuji dengan harta, kekayaan yang melimpah ruah, sebagian lagi di uji dengan kemiskinan dan kekurangan materi. Kekayaan tidak serta merta menandakan kecintaan Allah Swt kepada pemiliknya demikian pula kemiskinan dan kefakiran tidak menunjukkan kemurkaan Allah Swt kepada seseorang. Allah Swt berfirman :

{فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ* وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ * كَلَّا بَل لَا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ * وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ }

“Maka adapun manusia, jika Tuhannya mengujinya lalu memuliakannya dan memberikannya kesenangan, maka dia berkata, ’Tuhanku telah memuliakanku.’ Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, ’Tuhanku telah menghinaku.’” (Al-Fajr:15-17)

Allah menguji orang-orang kaya dengan orang-orang miskin, dan menguji orang-ornang fakir dengan orang-orang kaya. Allah menguji orang-orang kaya dengan hartanya, apakah ia mau bersyukur terhadap nikmat Allah dan bersedia melaksanakan hak-hak Allah atau tidak. Dan, Allah menguji orang-orang miskin dengan kefakirannya, sehingga Allah mengetahui apakah ia termasuk dari orang-orang yang sabar dan ridha atau menjadi orang yang marah dan tidak rela dengan itu?

Kecintaan terhadap harta benda telah menjadi sunnatullah yang tertanam dalam fitrah manusia, sebagaimana firman Allah Swt:

{وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا}

“Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” (Al-Fajr:20)

Harta bisa menjadi nikmat sebagaimana ia bisa menjadi bala’ dan bencana bagi seseorang. Menjadi nikmat jika seseorang memperolehnya dengan cara yang benar dan membelanjakannya dengan cara yang benar pula. Ia menyadari hak Allah Swt dalam harta itu, maka ia pun memenuhi hak tersebut dengan sempurna. Sebaliknya harta menjadi bencana tatkala ia menjadi sebab kekufuran, keburukan, kesombongan, dan merasa bangga dengan dirinya sendiri. Ia menahan hak Allah dalam harta tersebut, dan tidak menunaikannya, Allah Swt berfirman,

{فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ} [التوبة: 55]

“Maka janganlah harta bedan dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya maksud Allah dengan itu adalah untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan mati dalam keadaan kafir.” (At-Taubah: 55)

Dan Allah mengisahkan tentang Nabi Sulaiman Alaihissalam setelah diajarkan suatu ilmu, dan ia mengetahui nikmat-nikmat Allah kepadanya, lantas ia berujar,

{قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آَتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآَهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ} [النمل: 40]

"Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).” (An-Naml: 40)

Di ayat lain Allah Swt mengisahkan orang-orang yang tertipu oleh kemilau harta benda. Firman Allah Swt :

{قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلۡمٍ عِندِيٓۚ أَوَ لَمۡ يَعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ قَدۡ أَهۡلَكَ مِن قَبۡلِهِۦ مِنَ ٱلۡقُرُونِ مَنۡ هُوَ أَشَدُّ مِنۡهُ قُوَّةٗ وَأَكۡثَرُ جَمۡعٗاۚ وَلَا يُسۡ‍َٔلُ عَن ذُنُوبِهِمُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ } [القصص: 78]

“Qarun berkata, ’Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” (Al-Qashash:78)

Allah Swt telah menetapkan di dalam harta orang kaya hak untuk saudaranya yang miskin, bahkan ia menjadi salah satu rukun islam yang lima. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

“Islam dibangun di atas lima perkara; Persaksian bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bahwasannya Nabi Muhammad adalah utusan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jamaah kaum muslimin yang dimuliakan Allah...

Sesungguhnya zakat adalah ujian dan cobaan bagi seorang hamba. Orang yang benar keimanannya akan selamat dalam ujian itu, ia tak pernah ragu mengeluarkan harta tersebut bahkan penuh keyakinan bahwa menunaikan zakat adalah bentuk ketaatan kepada Allah, dan

{خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ} [التوبة: 103]

“Ambillah zakat dari harta mereka, untuk membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (At-Taubah:103)

Ayat ini menyebutkan bahwa salah satu fungsi zakat adalah menyucikan hati orang yang menunaikannya dari penyakit kikir dan bakhil, menjadikannya orang yang mulia dan dermawan, serta membersihkan harta dari kotoran-kotoran dan najis, memperkuat iman, karena orang yang menunaikannya berari telah menang dan mamapu mengalahkan godaan nafsu, syubhat-syubhat jiwa serta was-was dari setan. Jadi zakat disamping sebagai bentuk ketaatan kepada Allah ia juga sebagai hinaan kepada musuh Allah. Allah Swt berfirman:

{الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ} [البقرة: 268]



“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 268)

Wahai saudaraku kaum muslimin, lihatlah nikmat Allah yang telah Dia berikan kepadamu dalam harta ini. Tidaklah kamu mendapatkannya karena kekuatan badan dan pikiranmu, melainkan ia murni karena karunia Allah, kemurahan-Nya dan kedermawanan-Nya, serta kebaikan-Nya kepadamu. Kewajiban zakat yang hanya 2,5% tidak memiliki arti jika dibandingkan jumlah harta yang engkau nikmati.

Wahai saudaraku kaum muslimin, bersungguh-sungguhlah kalian dalam membayar zakat, telitilah dalam menghitung harta, karena sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya., hitunglah zakat tersebut di dunia sebelum dihitung nanti pada Hari Kiamat. Allah Swt berfirman yang artinya : “(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (Asy-Syu’araa’: 88-89)

Beberapa jenis harta yang wajib dizakati ketika telah memenuhi ketentuan dan syarat-syarat kewajiban zakat adalah :

Pertama; semua hasil pertanian dan perkebunan selain Sayuran dan buah- buahan, karena ia bukan bahan makanan yang dapat disimpan dalam waktu lama. jika telah mencapai lebih dari 5 wasaq atau setara dengan 500 kg. Maka wajib dikelaurkan zakatnya sebesar sepersepuluh jika mengandalkan air hujan dan nishful usyur jika mengandalkan pengairan. Allah Swt berfirman :

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ }

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.”( Al-Baqarah: 267) ..

Kedua; Binatang ternak, seperti onta, sapi dan kambing, yaitu apabila ia dipelihara secara bebas di padang rumput dan makan dari tanaman bumi selama setahun tanpa perlu menyediakan pakan dan minum buat mereka. Jika hal tersebut telah terpenuhi maka wajib dikeluarkan zakat. Nishab (batas minimal ) untuk onta adalah 5 ekor, nishab kambing 40 ekor, sedangkan nishab sapi 30 ekor.

Adapun binatang ternak yang makanan dan minumannya disediakan dalam jangka waktu satu tahun, maka tidak ada kewajiban zakat padanya terkecuali apabila pemiliknya menjadikannya sebagai komoditi dagang, maka ia dihitung sebagai harta dagang, dan dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen dari harga nilainya. Adapun binatang ternak yang dipelihara untuk tujuan konsumsi maka tidak ada kewajiban zakat atasnya.

Ketiga, Barang dagangan, yaitu segala jenis barang yang disiapkan untuk tujuan dagang baik berupa makanan, minuman, pakaian, kendaraan, atau pun yang lainnya. Harta tersebut wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2.5% setelah dihitung nilainya. Metode penilaian harga dilakukan dengan menghitung harga barang diawal tahun tanpa melihat fluktuasi harga di tahun-tahun berikutnya.

Keempat; dua mata uang, yaitu emas dan perak. Allah Swt juga wajibkan zakat atas kedua barang tersebut sebesar 2.5 %. Allah Swt berfirman,

{ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ* يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ }

“Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim dan rahib-rahib mereka benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih. (Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka, (seraya dikatakan) kepada mereka, ’Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (At-Taubah:34-35)

Kelima; Saham dalam perusahaan. Saham dalam hal ini ada 2 macam;

1. Saham almutabadilah, yaitu seseorang menginginkan keuntugan darinya dengan cara menawarkannya jika ada permintaan dan menyimpannya jika tidak ada permintaan. Maka jenis yang demikian wajib dikeluarkan zakatnya ketika masuk awal tahun, dengan asumsi harga nilainya saat ini. Karena ia hukumnya sama dengan nilai mata uang.

2. Saham deposito, yaitu yang tidak dimaksudkan untuk jual beli namun hanya memanfaatkan untungannya. Apabila keuntungannya disimpan dan telah berlalu satu tahun, maka wajib dikeluarkan zakatnya. Adapun jika keuntungannya itu habis sebelum genap satu tahun, maka tidak ada kewajiban zakat atasnya.

Terakhir, rumah dan properti yang disewakan, kewajiban zakat diambil dari nilai uang sewa, dihitung sejak awal akad disepakati. Adapun Rumah yang ditinggali dan mobil yang dikendarai, semua itu tidak ada kewajiban zakat atasnya, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

لَيْسَ عَلَى الْمُسْلِمِ فِى عَبْدِهِ وَلاَ فِى فَرَسِهِ صَدَقَةٌ

“Tidak ada kewajiban zakat bagi seorang Muslim atas budaknya dan tidak juga atas kudanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

أقول قولي هذا و أستغفر الله لي و لكم و لسائر المسلمين و المسلمات من كل ذنب فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم



Khutbah Kedua



الحمد لله على إحسانه و الشكر له على توفيقه و امتنانه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعظيما لشأنه و أشهد أن محمدا عبده و رسوله الداعي إلى رضوانه. اللهم فصل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد.

Jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah Swt ….

Allah Swt berfirman :

{إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ}

“Sesungguhnuya zakat itu hanyalah untuk orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (muallaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan (musafir), sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (At-Taubah:60)

Dalam ayat ini Allah Swt tidak mewakilkan penetapan alokasi pendistribusian dan pembagian zakat kepada seorang Nabi maupun malaikat, akan tetapi Dia langsung yang mengatur pembagiannya.

Fakir miskin yang tidak mendapatkan sesuatu untuk kebutuhan hidupnya atau mereka mendapatkannya akan tetapi tidak mencukupi kebutuhan mereka, orang- orang yang tidak memiliki gaji tetap, dan tidak juga mampu berinvestasi, apalagi mempunyai industri, bahan konsumsi mereka dari harta zakat demikian pula kebutuhan mereka selama satu tahun di terima dari harta zakat.

Orang pailit dan orang bangkrut termasuk bagian yang berhak mendapatkan distribusi zakat. Zakat memberikan keuatan bagi mereka yang bangkrut sebagaimana orang berhutang dibebaskan dan diselamatkan dari tekanan hutang denga harta zakat.

Bebaskan dengan zakat itu orang-orang Islam yang ditawan musuh, tolonglah dengannya para mujahid, demikian juga berilah orang yang kehabisan bekal dari orang yang dalam perjalanan. Inilah syariat Rabb semesta alam.

Wahai kaum muslimin, apabila kalian dalam keadaan mampu, maka janganlah kalian menerima bagian zakat. Karena jika kalian mengambilnya – dan Allah telah mencukupkanmu - maka itu adalah keburukan. Dalam Shahihain diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidaklah seseorang senantiasa meminta-minta kecuali ia akan menjumpai Allah dalam keadaan mukanya tidak berdaging lagi.”

Dalam musnad Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu secara marfu’ disebutkan,“Tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta untuk dirinya kecuali Allah akan membuka baginya pintu kefakiran.”

Wahai saudaraku, berapa banyak orang yang meminta zakat sedangkan ia tidak berhak atasnya. Dan, berapa banyak orang yang rela berprofesi sebagai peminta-minta padahal Allah Swt telah menganugrahinya kekuatan fisik dan kesehatan badan, dan kemampuan untuk bekerja. Berapa banyak juga orang yang meminta zakat yang sebelumnya mereka fakir lalu Allah Swt menjadikannya kaya, kemudian memberi mereka anak keturunan yang dapat memenuhi kebutuhannya. Akan tetapi, penyakit hati dan penyakit kekikiran telah memaksa mereka untuk tetap meminta-minta, padahal mereka tidak memerlukan lagi hal itu.

Perlu di sadari bahwa Allah Swt menjadikan zakat sebagai media untuk menumbuhkan kerukunan dalam masyarakat dan menjadikan mereka saling berkasih sayang. Rasulullah bersabda,“Sayangilah semua yang ada di bumi, maka Yang ada di langit akan menyayangimu, dan orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Sang Maha Penyayang.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi).

Aku memohon kepada Allah agar menerima amal baik dari kita dan kalian. Sesungguhnya Ia adalah Dzat yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Dan ketahuilah bahwasanya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

فاعلموا أن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه و ثنى بملائكته المسبحة بقدسه و ثلث بكم أيها المسلمون فقال عز من قائل إن الله و ملائكته يصلون على النبي يأيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليما. اللهم صل و سلم على نبينا محمد و عل آله و صحابته و من اهتدى بهديه و استن بسنته إلى يوم الدين. ثم اللهم ارض عن الخلفاء الراشدين المهديين أبي بكر و عمر و عثمان و علي و على بقية الصحابة و التابعين و تابع التابعين و علينا معهم برحمتك ي أرحم الرحمين.

اللهم إنا نسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو علمته أحدا من خلقك أو استأثرته في علم الغيب عندك أن تجعل القرآن ربيع قلوبنا و نور صدورنا و جلاء أحزاننا و ذهاب همومنا و غمومنا

اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات و المؤمين و المؤمنات الأحياء منهم و الأموات.

اللهم أعز الإسلام و المسلمين و أهلك الكفرة و المشركين و دمر أعداءك أعداء الدين

اللهم أصلح لنا ديننا الذي هو عصمة أمرنا، و أصلح لنا دنيانا التي فيها معاشنا و أصلح لنا آخرتنا التي إليها معادنا و اجعل اللهم حياتنا زيادة لنا في كل خير و اجعل الموت راحة لنا من كل شر

اللهم أعنا على ذكرك و شكرك و حسن عبادتك

اللهم إنا نسألك الهدى و التقى و العفاف و الغنى و حسن الخاتمة

اللهم اغفر لنا و اوالدينا و ارحمهم كما ربونا صغارا

ربنا هب لنا من أزواجنا و ذرياتنا قرة أعين و احعلنا للمتقين إماما

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا و هب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب

ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار

عباد الله إن الله يأمركم بالعدل و الإحسان و إيتاء ذى القربى و ينهى عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم يذكركم و اسألوه من فضله يعطكم و لذكر الله أكبر و الله يعلم ما تصنعون.

sumber: http://www.minbarindo.com/_Dunia_Minbar/Tuntunan_Ibadah/Hukum_Dan_Hikmah_Zakat.aspx
share dan like fanpage FB kami, di https://www.facebook.com/pages/Elm-indonisy/598299783573978
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Hukum dan Hikmah Zakat
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Konsultasi - Diskusi Masalah Hukum
» Minta saranya dong teman2
» (WTS) (READY STOCK) Kaos Kawasaki KLX 150
» Lantas - Playanan SIM, STNK, & BPKB

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ENGLISH LEARNING CORNER :: THE DISCUSSION :: ISLAM IS THE BEST-
Navigasi: